"Kekuatan itu dibentuk oleh iman..Jadi ingatlah anak-anakku, teguhkan pendirian. Kalian harus punya ketekunan, harus punya keinginan yang kuat untuk mencapai cita-cita. Kalian harus punya keberanian dan pantang menyerah, menghadapi tentangan macam apa pun.. dan ingat.. Hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya..."Laskar Pelangi.

Publication:

Courses 2013

Courses 2012

Courses 2011

Supervising:

  • Pembuatan Sisfo Distributor Obat Pada PT. Meurata. PIC: Frida Maulisa - done
  • Pembuatan Sisfo Tiket Bus Kurnia dan Antrian Bus PIC: Zahratus Hilmi
  • Merancang website untuk Aneuk Rumoh Dinas Sosial Banda Aceh. PIC: Nurul - done
  • Merancang website untuk Mtsn Montasik. PIC: Vida - done
  • Merancang website untuk SDN 1 Montasik. PIC: Dewi - done

Awards:

  • Innovative Student by Asia University-Taiwan, 2010
  • Moral Excellent by Asia University-Taiwan, 2010
  • 3rd winner in science competition by Syiah Kuala Univ, 1998

Experiences:

  • Develop Text Trend Analysis via Significant Term using Perl and Chinese Term Extraction Method, 2010 (New)
  • VAS (Value Added Service) programmer for SMS PREMIUM application, 2006-2008
  • IT Executive for Glomobi sdn.bhd. 2007-2008

Research Interest:

Text Mining
Text mining, sometimes alternately referred to as text data mining, roughly equivalent to text analytics, refers to the process of deriving high-quality information from text. High-quality information is typically derived through the divining of patterns and trends through means such as statistical pattern learning. Text mining usually involves the process of structuring the input text (usually parsing, along with the addition of some derived linguistic features and the removal of others, and subsequent insertion into a database), deriving patterns within the structured data, and finally evaluation and interpretation of the output. 'High quality' in text mining usually refers to some combination of relevance, novelty, and interestingness. Typical text mining tasks include text categorization, text clustering, concept/entity extraction, production of granular taxonomies, sentiment analysis, document summarization, and entity relation modeling (i.e., learning relations between named entities). source taken from Text Mining Wikipedia

*Panduan*


.:Penelitian:.


Penelitian A
Penelitian B
Penelitian C
Penelitian D
Penelitian B

.:Pengabdian:.


Sumber awal: http://research.ui.ac.id/drpm/page/pengabdian-masyarakat#268

IPTEKS bagi Masyarakat (IbM)
IPTEKS bagi Masyarakat (IbM) merupakan salah satu Program Peng­abdian kepada Masyarakat (P2M) yang dirumuskan oleh DP2M DITJEN DIKTI dan dikembangkan oleh LEMLIT pada tahun 2009 untuk disesuaikan dengan iklim PPM di lingkungan Unsyiah. Program IbM dibentuk melalui integrasi dua program PPM sebelumnya, yaitu penerapan IPTEKS dan Vucer, yang masing-masingnya telah dilaksanakan sebelum tahun 1992 dan sejak 1994.
Program penerapan IPTEKS difokuskan pada penerapan hasil IPTEKS perguruan tinggi untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman IPTEKS masyarakat. Program tersebut dilaksanakan dalam bentuk pendidikan, pelatihan, dan pelayanan masyarakat, serta tindak lanjut IPTEKS yang dihasilkan perguruan tinggi. Khalayak sasarannya adalah masyarakat luas, baik perorangan, kelompok, komunitas maupun lembaga, di perkotaan atau perdesaan. Program Vucer difokuskan pada penyelesaian masalah teknologi atau manajemen, termasuk pembukuan dan pemasaran untuk khalayak sasaran industri kecil dan koperasi.
Produk pelaksanaan program penerapan IPTEKS pada awalnya tidak menghasilkan luaran yang terukur, namun selanjutnya penerapan IPTEKS dituntut agar mampu menghasilkan produk yang terukur pula. Dengan demikian, kegiatan program penerapan IPTEKS dalam perkembangannya semakin sulit dibedakan secara jelas dengan program Vucer, kecuali dari sisi mitranya. Keterukuran diutamakan guna membuka peluang DP2M menentukan indikator kinerja kedua program. Di sisi lain, DP2M mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan P2M yang bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak individual. Hal-hal itulah yang menjadi alasan dikembangkannya program IPTEKS bagi Masyarakat (IbM).
Dalam program IbM, khalayak sasarannya adalah sekelompok masyarakat atau sejumlah pengusaha mikro. Kegiatan IbM merupakan penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi mitra melalui pendekatan secara terpadu. Program IbM menghasilkan luaran yang terukur, bermakna, dan berkelanjutan bagi kelompok masyarakat atau kelompok pengusaha mikro. Kegiatan IbM dapat dilakukan di perkotaan atau pedesaan dari berbagai bidang ilmu, teknologi, seni suatu perguruan tinggi, sesuai kebutuhan mitra sasarannya.

Tujuan program IbM:
membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi. membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat. meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan. Misi program IbM adalah membentuk masyarakat produktif yang tenteram dan sejahtera. Luaran program IbM dapat berupa:
Jasa: Contoh, meningkatnya pengetahuan dan perilaku khalayak sasaran Metode: Contoh, dihasilkannya standard operating procedure (SOP) dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi khalayak sasaran Produk/barang: contoh makanan bergizi yang dapat diproduksi khalayak sasaran Hak kekayaan intelektual berupa hak cipta dan atau paten yang memberi dampak pada: up-dating IPTEKS di masyarakat, peningkatan produktivitas mitra peningkatan atensi akademisi terhadap kelompok masyarakat/industri kecil peningkatan kegiatan pengembangan ilmu, teknologi dan seni di perguruan tinggi.

Pendanaan
Program IbM dibiayai sepenuhnya melalui LEMLIT Unsyiah, dengan dukungan dana dari LEMLIT Unsyiah sebesar Rp 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah) dengan jangka waktu pelaksanaan maksimal 10 bulan. Pencairan dana dilakukan melalui tiga tahap; tahap I 50% , II 30%, dan III 20%. Dana pada tahap I dicairkan setelah penandatangan kontrak dan penandatangan berita Acara oleh para Pihak serta dikeluarkannya SK Rektor tentang penerima Hibah Pengabdian Masyarakat, dana tahap II tidak akan dicairkan jika Laporan Kemajuan belum diterima LEMLIT Unsyiah, sedangkan dana tahap III akan dicairkan jika Laporan Akhir dan luaran hasil program sudah diterima oleh LEMLIT Unsyiah.

IPTEKS bagi Kewirausahaan (IbK)
IPTEKS bagi Kewirausahaan (IbK) merupakan program baru dari DP2M DIKTI yang kemudian diadopsi oleh LEMLIT pada tahun 2009 untuk disesuaikan oleh iklim Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Unsyiah. Pada prinsipnya program IbK mensubstitusi program sejenis sebelumnya, yaitu Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi (PBKPT), yang dirumuskan dan direalisasikan sejak tahun 1997. Program PBKPT yang dilaksanakan secara parsial tanpa adanya sinergi di antara setiap program, menyebabkan tidak dapat mencapai misinya membentuk wirausaha baru dari kampus. Di samping itu, Unsyiah telah memiliki mata kuliah wajib atau pilihan Kewirausahaan dan Unit Penempatan Tenaga Kerja. Oleh karena itu, LEMLIT memandang perlu untuk merumuskan suatu program dengan misi yang sama, yaitu menghasilkan wirausaha-wirausaha baru dari kampus, namun melalui program terintegrasi dengan kreasi metode diserahkan sepenuhnya kepada penyelenggara IbK. IbK dikelola sejumlah staf dari sebuah fakultas dan melaksanakan sejumlah kegiatan kreatif untuk menghasilkan wirausaha baru yang mandiri. Dalam kegiatannya, IbK juga dapat berkolaborasi melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan pengembangan kewirausahaan di dalam maupun luar fakultas/Unsyiah. Misi
Misi program IbK adalah memandu Unsyiah menyelenggarakan unit layanan kewirausahaan yang profesional, mandiri dan berkelanjutan, berwawasan knowledge based economy, sedangkan tujuannya adalah (1) menciptakan wirausaha baru yang mandiri, (2) meningkatkan keterampilan manajemen usaha bagi mahasiswa, (3) Melakukan pembinaan kewirausahaan mahasiswa bagi mahasiswa wirausaha. Mengingat bahwa IbK suatu saat harus mandiri dan operasionalnya berkelanjutan, maka IbK diberi akses seperti halnya unit profit. Dalam upaya menciptakan wirausaha baru mandiri, program IbK dapat dilaksanakan dalam bentuk pembinaan kewirausahaan yang berkelanjutan, seperti: pelatihan, dan penempatan mahasiswa untuk melaksanakan magang pada perusahaan yang mapan atau UKM . Pelatihan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan, mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha, meningkatkan pemahaman manajemen (organisasi, produksi, keuangan dan pemasaran) dan membuat rencana bisnis atau studi kelayakan usaha. Kegiatan magang pada perusahaan dilaksanakan untuk memberikan pengalaman praktis kewirausahaan kepada mahasiswa dengan cara ikut bekerja sehari-hari pada perusahaan tersebut. Unit layanan program IbK wajib membina 5 calon wirausaha yang terdiri dari mahasiswa yang merintis usaha baru, dengan kriteria:
1) Mahasiswa aktif di semester yang sedang berjalan;
2) Memiliki jiwa berwirausaha;
3) Memiliki konsep wirausaha yang sesuai dengan luaran dari program IbK;
4) Memiliki potensi dan nilai ekonomi dari produk yang akan dihasilkan.

Luaran kegiatan IbK adalah wirausaha baru mandiri yang siap berkompetisi di masyarakat. Kegiatan IbK dapat dilaksanakan maksimum 10 (sepuluh) bulan dan wajib mengelola sebanyak 5 (lima) orang mahasiswa. Rencana kegiatan harus rinci dan dituangkan dalam laporan kegiatan.
Pendanaan
Dana yang disediakan Unsyiah adalah maksimum 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan dana yang berasal dari sumber lain digunakan untuk membiayai kegiatan manajemen IbK (jika ada). Dalam kegiatannya juga terbuka peluang bagi lembaga mitra lain untuk bekerjasama dan/atau membiayai kegiatan yang dilaksanakan. Dana kemitraan lain dapat berupa bantuan lembaga perbankan, non-bank, hibah dalam atau luar negeri.

Pencairan dana dilakukan dalam 3 tahap; tahap I 50 %, tahap II 30 %, dan tahap III 20%. Dana pada tahap I dicairkan setelah penandatangan kontrak dan penandatangan berita Acara oleh para Pihak serta dikeluarkannya SK Rektor tentang penerima Hibah Pengabdian Masyarakat, dana tahap II tidak akan dicairkan jika Laporan Kemajuan belum diterima LEMLIT Unsyiah, sedangkan dana tahap III akan dicairkan jika Laporan Akhir dan luaran hasil program sudah diterima oleh LEMLIT Unsyiah.

Ipteks bagi Inovasi dan Kreativitas Kampus (IbIKK)
Program Ipteks bagi Inovasi dan Krativitas Kampus (IbIKK) adalah manifestasi pengembangan Program Unit Usaha Jasa dan Industri (u-UJI). Pada saat dirumuskan dan selanjutnya direalisasikan tahun 2000-2001, u-UJI terbatas pada aspek bisnis semata. Di lain pihak, tuntutan masyarakat akan terbentuknya wirsausaha-wirsausaha baru dari kampus secara intens mendorong pihak LEMLIT untuk menyempurnakan program u-UJI. Dengan adanya penyempurnaan tersebut, LEMLIT merasa sangat perlu untuk diterapkan pada program Hibah Pengabdian Masyarakat agar dapat diterapkan di Unsyiah. Dalam hal ini, dilakukan perluasan fungsi u-UJI. Jika pada saat awal pembentukannya, u-UJI difungsikan sebagai unit profit, maka sejak tahun 2009 dengan nama barunya IbIKK, unit ini diperluas dengan fungsi yang relevan, yaitu membantu menciptakan wirausaha-wirausaha baru dari masyarakat kampus dan menjadi infrastruktur penting program IPTEKS bagi Kewirausahaan (IbK).
Dalam era knowledge based economy dan mendukung upaya pengembangan otonomi Unsyiah, kemandirian dan penatakelolaan sumber­daya keuangan, perlu ditingkatkan. Berkaitan dengan hal itu, upaya pengembang­an budaya knowledge based economy perlu diberi akses dalam wujud mendirikan unit profit yang memanfaatkan hasil pendidikan maupun riset dosen. Dengan menyelenggarakan IbIKK, Unsyiah berpeluang memper­oleh pendapatan dan membantu menciptakan wirausaha baru. Hasil riset Unsyiah yang merupakan inovasi baru dan mempunyai nilai ekonomis serta mendapat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak cipta, paten, merupakan aset yang sangat berharga bagi pertumbuhan dan perkembangan IbIKK.
Program IbIKK diharapkan mampu mendorong Unsyiah dalam membangun akses yang menghasilkan produk jasa dan/atau teknologi hasil ciptaannya sendiri. Wujud IbIKK dapat berupa badan usaha atau bermitra dengan industri lainnya dan dapat didirikan serta dikelola kelompok dosen sesuai dengan kompetensinya di level laboratorium, pilot plant, bengkel, UPT (Unit Pelaksana Teknis) di tingkat Fakultas/Unsyiah, pusat riset dan pengembangan atau lembaga lain. Sekali didirikan, IbIKK diharapkan terus berkelanjutan sehingga inisiatif awal perlu disusul dengan ketekunan berusaha dan kejelian menangkap peluang pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Misi dan Tujuan
Misi program IbIKK adalah menciptakan science and technology park di lingkungan Unsyiah dalam kerangka mengembangluaskan budaya knowledge based economy. Tujuan program IbIKK adalah:
(a) mempercepat proses pengembangan budaya kewira­usahaan di Unsyiah,
(b) membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru,
(c) menunjang otonomi kampus Unsyiah melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra,
(d) memberikan kesempatan dan penga­lam­an kerja kepada mahasiswa,
(e) mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset per­guruan tinggi bagi masyarakat dan
(f) membina kerjasama dengan sektor swasta termasuk pihak industri dan sektor pemasaran.

Luaran program adalah
(a) Unit profit di Unsyiah yang berbasis produk intelektual dosen,
(b) produk jasa dan/atau barang komersial yang terjual dan menghasilkan pendapatan bagi Unsyiah,
(c) wirausaha-wirausaha baru berbasis IPTEKS. Luaran ini diharapkan dapat memberi dampak berkembang dan meluasnya budaya kewirausahaan dan pemanfaatan hasil riset maupun pendidikan di Unsyiah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Di samping itu juga memberikan peluang
(d) up-dating sains dan teknologi di lingkungan Unsyiah.

Pendanaan
Dana yang disediakan Unsyiah adalah maksimum 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan dana yang berasal dari sumber lain digunakan untuk membiayai kegiatan manajemen IbIKK (jika ada). Dalam kegiatannya juga terbuka peluang bagi lembaga mitra lain untuk bekerjasama dan/atau membiayai kegiatan yang dilaksanakan. Dana kemitraan lain dapat berupa bantuan lembaga perbankan, non-bank, hibah dalam atau luar negeri.
Pencairan dana dilakukan dalam 3 tahap; tahap I 50 %, tahap II 30 %, dan tahap III 20%. Dana pada tahap I dicairkan setelah penandatangan kontrak dan penandatangan berita Acara oleh para Pihak serta dikeluarkannya SK Rektor tentang penerima Hibah Pengabdian Masyarakat, dana tahap II tidak akan dicairkan jika Laporan Kemajuan belum diterima LEMLIT Unsyiah, sedangkan dana tahap III akan dicairkan jika Laporan Akhir dan luaran hasil program sudah diterima oleh LEMLIT Unsyiah.

IPTEKS bagi Wilayah (IbW)
Program IPTEKS bagi Wilayah (IbW) merupakan jelmaan perluasan Program Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (SIBERMAS). SIBERMAS disusun, dirumus­kan dan disosialisasikan pada tahun 2000-2001, diterapkan sebagai jawaban atas diterbitkannya kebijakan pemerintah tentang Otonomi Daerah. Realisasi program ke masyarakat yang tidak bersinergi pada saat itu, men­dorong Unsyiah untuk turut berperan aktif mensinergikan semua pihak terkait didalamnya. Salah satu luaran utama SIBERMAS sampai tahun 2008 adalah tersusunnya Renstra Pemkab/Pemkot mitra. Pada saat Renstra tidak lagi menjadi kendala dalam penyusunannya, dan persoalan Pemkab/Pemkot tidak hanya terbatas pada social needs akan tetapi juga fisik kewilayahan, maka SIBERMAS dipandang perlu diperluas. Perluasan persoalan yang ingin ditangani mendorong pembentukan program IbW. Dalam hal ini, Unsyiah merasa perlu untuk berpartisipasi kepada masyarakat, melalui kerjasama dengan pemerintah daerah setempat dalam program IbW ini, yang merupakan perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (sebagai pusat penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat).

Program IbW juga dilatarbelakangi berbagai permasalahan yang eksis di masya­rakat, antara lain:
(1) ketidakmapanan sebagian besar masyarakat ter­hadap pembangunan kehi­dupan pribadi, keluarga dan masya­rakat dalam era global­isasi;
(2) Ipteks perguruan tinggi belum secara sengaja ditujukan bagi ke­sejahteraan masyarakat;
(3) potensi masyarakat maupun sumber daya alam lingkungan­nya belum termanfaatkan dengan baik dan arif; serta
(4) penata­kelola­an fisik kewilayahan yang belum proporsional dan profesio­nal.

Sasaran Program
Program dari IbW ini diprioritaskan untuk wilayah Aceh.

Pendanaan
Dana yang disediakan Unsyiah adalah maksimum 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) dan dana yang berasal dari sumber lain digunakan untuk membiayai kegiatan manajemen IbW (jika ada), serta dana dinas/pemkot. Dalam kegiatannya juga terbuka peluang bagi lembaga mitra lain untuk bekerjasama dan/atau membiayai kegiatan yang dilaksanakan.
Dana kemitraan lain dapat berupa bantuan lembaga perbankan, non-bank, hibah dalam atau luar negeri.
Pencairan dana dilakukan dalam 3 tahap; tahap I 50 %, tahap II 30 %, dan tahap III 20%. Dana pada tahap I dicairkan setelah penandatangan kontrak dan penandatangan berita Acara oleh para Pihak serta dikeluarkannya SK Rektor tentang penerima Hibah Pengabdian Masyarakat, dana tahap II tidak akan dicairkan jika Laporan Kemajuan belum diterima LEMLIT Unsyiah, sedangkan dana tahap III akan dicairkan jika Laporan Akhir dan luaran hasil program sudah diterima oleh LEMLIT Unsyiah.

Lampiran Panduan:
Rancangan Anggaran Biaya XLS
Pengabdian IbD
Pengabdian IbIKK
Pengabdian IbK
Pengabdian IbM
Pengabdian IbW
Pengabdian IbD - RPJMD Rancangan Akhir
Buku Panduan Pelaksanaan Penelitian & Pengabdian 2013
Panduan Simlitabmas Operator dan Pengusul